Guru SMKS Gunung Rinjani Lombok, menjadi salah satu pembicara dalam sesi Strategic Dialogue pada ASEAN–Russia Summit 2026 bersama akademisi, peneliti, dosen, dan praktisi pendidikan dari berbagai institusi di kawasan ASEAN dan negara mitra.”

EduOS presentasi SMKS Gunung Rinjani LombokLombok Timur, 28 Juli 2026 – Sebuah kebanggaan kembali diraih oleh dunia pendidikan Indonesia, khususnya bagi SMKS Gunung Rinjani Lombok. Salah satu guru sekaligus pengembang platform EduOS (Education Operating System), Haryadi Basri, mendapatkan kesempatan untuk menjadi pembicara dalam ASEAN–Russia Summit 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan akademisi, profesor, doktor, peneliti, praktisi pendidikan, serta inovator dari berbagai negara.

Keikutsertaan dalam forum internasional tersebut menjadi momentum penting bagi SMKS Gunung Rinjani Lombok untuk memperkenalkan inovasi pendidikan berbasis teknologi yang dikembangkan di Indonesia kepada komunitas akademik dunia. Melalui presentasi bertajuk “Building AI-Powered Digital Transformation for Vocational Schools: The EduOS Journey from Indonesia”, Haryadi Basri menjelaskan bagaimana transformasi digital dapat diterapkan pada sekolah vokasi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Forum ini bukan sekadar kegiatan seminar biasa. ASEAN–Russia Summit 2026 menjadi wadah bertemunya berbagai gagasan, penelitian, pengalaman, serta inovasi yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan global. Setiap pembicara diberikan kesempatan untuk menyampaikan hasil inovasinya dalam waktu yang telah ditentukan oleh panitia sehingga penyampaian materi harus dilakukan secara efektif, ringkas, dan tepat sasaran.

Kesempatan berbicara di hadapan peserta dari berbagai negara merupakan pengalaman yang sangat berharga. Selama berlangsungnya sesi presentasi, para pembicara berasal dari berbagai universitas, institusi pendidikan, serta lembaga penelitian internasional. Moderator mengelola jalannya acara secara profesional dengan memastikan setiap pembicara memperoleh kesempatan yang sama tanpa melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

Kondisi tersebut mencerminkan standar pelaksanaan konferensi internasional yang sangat menghargai waktu dan memberikan ruang yang adil bagi seluruh peserta untuk menyampaikan gagasan terbaik mereka.Bagi SMKS Gunung Rinjani Lombok, kehadiran dalam forum tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari sekolah vokasi di Indonesia mampu bersaing dan diperkenalkan kepada masyarakat internasional. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga dapat menjadi pusat lahirnya inovasi teknologi yang memberikan solusi bagi dunia pendidikan.

Dalam presentasinya, Haryadi Basri memperkenalkan EduOS (Education Operating System) sebagai platform digital yang dirancang untuk membantu sekolah mengelola berbagai layanan pendidikan secara terintegrasi. EduOS dikembangkan dengan tujuan mendukung transformasi digital sekolah melalui satu platform yang mampu mengintegrasikan berbagai kebutuhan administrasi, akademik, manajemen sekolah, serta layanan berbasis Artificial Intelligence. Platform ini dirancang agar mampu mendukung pengelolaan data sekolah secara lebih efektif, efisien, dan transparan sehingga tenaga pendidik dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran. Selain itu, EduOS dikembangkan dengan konsep yang fleksibel sehingga dapat digunakan oleh berbagai satuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Salah satu nilai utama yang disampaikan dalam presentasi adalah bahwa EduOS lahir dari pengalaman nyata di lingkungan sekolah vokasi. Pengembangan platform ini dilakukan berdasarkan kebutuhan sehari-hari dalam pengelolaan administrasi sekolah, pengelolaan data peserta didik, guru, kurikulum, penilaian, serta berbagai proses akademik lainnya.Pendekatan tersebut menjadikan EduOS tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga berfokus pada penyelesaian berbagai tantangan nyata yang dihadapi sekolah dalam proses digitalisasi. Inovasi yang dibangun dari kebutuhan riil seperti ini memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan secara luas karena lahir dari pengalaman lapangan, bukan hanya konsep teoritis.

Salah satu pesan penting yang disampaikan dalam presentasi adalah bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) harus diposisikan sebagai alat bantu bagi tenaga pendidik, bukan sebagai pengganti peran guru. Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses administrasi, analisis data, penyusunan laporan, maupun memberikan rekomendasi berdasarkan data yang tersedia. Namun demikian, keputusan utama dalam proses pendidikan tetap berada di tangan guru sebagai pendidik yang memahami karakter, kebutuhan, dan perkembangan peserta didik.Pendekatan tersebut mendapatkan perhatian karena sejalan dengan prinsip bahwa teknologi seharusnya memperkuat kualitas pendidikan, bukan menggantikan interaksi manusia dalam proses belajar.

Selain mempresentasikan inovasi, keikutsertaan dalam ASEAN–Russia Summit 2026 memberikan pengalaman baru mengenai bagaimana konferensi internasional dilaksanakan secara profesional. Seluruh pembicara diwajibkan mematuhi batas waktu presentasi. Moderator secara aktif mengingatkan pembicara ketika waktu hampir habis agar seluruh agenda dapat berjalan sesuai jadwal. Hal tersebut memberikan pelajaran bahwa keberhasilan presentasi internasional tidak hanya ditentukan oleh banyaknya materi yang disampaikan, tetapi juga kemampuan menyampaikan inti gagasan secara singkat, jelas, dan mudah dipahami. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kualitas komunikasi akademik pada forum-forum internasional berikutnya.

Partisipasi dalam forum internasional membuka peluang yang lebih luas bagi SMKS Gunung Rinjani Lombok untuk menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan maupun komunitas inovasi dari berbagai negara. Kolaborasi internasional menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat pengembangan teknologi pendidikan, pertukaran pengalaman, serta penguatan kompetensi guru dan peserta didik. Melalui forum seperti ASEAN–Russia Summit 2026, sekolah memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan inovasi yang dimiliki sekaligus mempelajari praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan di berbagai negara. Semangat berbagi pengetahuan inilah yang menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Keikutsertaan guru SMKS Gunung Rinjani Lombok dalam forum internasional diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru, peserta didik, maupun masyarakat luas. Prestasi tidak selalu diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari keberanian untuk membawa gagasan, hasil karya, dan inovasi kepada dunia internasional. Melalui kerja keras, semangat belajar, serta kemauan untuk terus berinovasi, sekolah di daerah pun mampu menunjukkan kualitasnya di tingkat global. Hal tersebut membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.

SMKS Gunung Rinjani Lombok terus berkomitmen mendukung transformasi digital pendidikan melalui pengembangan teknologi yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan sekolah. Keikutsertaan dalam ASEAN–Russia Summit 2026 menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkenalkan inovasi pendidikan Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus memperkuat posisi sekolah sebagai institusi yang aktif mendorong pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan pembelajaran sepanjang hayat, SMKS Gunung Rinjani Lombok berharap dapat terus memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan nasional maupun internasional. Forum ini juga menjadi pengingat bahwa karya terbaik tidak selalu berasal dari institusi yang besar, tetapi dapat lahir dari dedikasi, pengalaman, dan komitmen untuk menghadirkan solusi nyata bagi dunia pendidikan. Dengan semangat tersebut, SMKS Gunung Rinjani Lombok akan terus mengembangkan EduOS sebagai bagian dari upaya mewujudkan ekosistem pendidikan yang modern, inklusif, dan siap menghadapi tantangan era digital.

ASEAN Official Organizantion

File undangan 

Share :

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *