Skip to content

Raimuna Cabang XIII Lombok Timur 2026 Digelar di Kebun Raya Lemor, Ratusan Pramuka Penegak dan Pandega Ikuti Beragam Kegiatan

Content Editor
SMKS Gunung Rinjani Lombok

Lombok Timur, 27 September 2026 — Suasana kawasan Kebun Raya Lemor, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, selama beberapa hari terakhir dipenuhi semangat dan aktivitas anggota Gerakan Pramuka. Ratusan Pramuka golongan Penegak dan Pandega dari berbagai Kwartir Ranting se-Kabupaten Lombok Timur berkumpul dalam Raimuna Cabang XIII Lombok Timur Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 24–27 September 2026 tersebut menjadi salah satu agenda penting pembinaan generasi muda di Kabupaten Lombok Timur. Raimuna Cabang XIII menjadi ruang bagi para Pramuka Penegak dan Pandega untuk bertemu, belajar, mengembangkan keterampilan, membangun persaudaraan, serta mendapatkan pengalaman langsung melalui kehidupan perkemahan. Berdasarkan informasi yang disampaikan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lombok Timur, kegiatan tersebut diikuti sekitar 800 peserta dari berbagai Kwartir Ranting. Sebelumnya, panitia juga menyampaikan bahwa sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Lombok Timur telah memberikan konfirmasi keikutsertaan.

Pemilihan Kebun Raya Lemor sebagai lokasi kegiatan memberikan suasana tersendiri bagi pelaksanaan Raimuna Cabang XIII. Lingkungan alam menjadi bagian penting dari proses pembelajaran peserta selama mengikuti kegiatan. Bagi anggota Pramuka, kehidupan perkemahan bukan hanya tentang mendirikan tenda dan mengikuti kegiatan bersama. Peserta juga belajar mengatur kebutuhan secara mandiri, menjaga kebersihan lingkungan, bekerja sama dengan anggota kelompok, serta menghadapi berbagai kondisi yang muncul selama berada di bumi perkemahan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang selama ini menjadi salah satu kekuatan kegiatan kepramukaan.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lombok Timur, HL. Ahmadi, dalam kegiatan malam unggun menekankan bahwa kehidupan di bumi perkemahan merupakan bagian dari proses belajar bagi seorang Pramuka. Menurutnya, peserta perlu mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam dan lingkungan. Ia juga menyampaikan bahwa tidak semua anggota Pramuka memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman seperti yang diperoleh peserta Raimuna. “Selama kegiatan digelar, semua dalam keadaan aman. Terkait kekurangan air kami minta maaf. Inilah hakikatnya Pramuka, kita harus mau dan berdiri tegak di tengah kekurangan. Pramuka harus bisa menyesuaikan diri dengan alam dan lingkungan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan malam unggun. Pesan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kegiatan Raimuna tidak hanya diarahkan pada kegiatan yang bersifat hiburan, tetapi juga menjadi proses pembentukan sikap dan karakter peserta.

Raimuna Cabang XIII menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda dari berbagai sekolah dan Kwartir Ranting. Pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal anggota Pramuka lainnya, membangun komunikasi, bekerja dalam kelompok, serta belajar menghargai perbedaan. Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan untuk bekerja sama dan berkomunikasi menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan. Melalui kehidupan perkemahan, kemampuan tersebut dilatih secara langsung. Peserta juga belajar menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan perkemahan, mengikuti jadwal kegiatan, menjaga perlengkapan pribadi dan kelompok, hingga mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh panitia.

Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas. Peserta dapat belajar melalui pengalaman langsung, interaksi sosial, dan berbagai aktivitas yang membutuhkan kerja sama. Hal tersebut sejalan dengan harapan Kwartir Cabang Lombok Timur agar Raimuna menjadi kegiatan pembinaan generasi muda yang memberikan pengalaman berkesan bagi peserta.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah kehadiran Saka POM melalui Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram. Dalam kegiatan tersebut, Saka POM membuka stand edukasi mengenai keamanan obat dan makanan. Edukasi dikemas melalui berbagai permainan dan tantangan sehingga peserta dapat belajar mengenai keamanan pangan dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Sekitar 800 Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai Kwartir Ranting mengikuti kegiatan Raimuna tersebut. Kehadiran Saka POM menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.

Peserta diajak mengenali dan memilih pangan yang aman melalui berbagai permainan. Selain memperoleh pengetahuan, mereka juga diperkenalkan dengan peran Saka POM serta kesempatan bagi generasi muda untuk ikut berpartisipasi dalam menyebarluaskan informasi mengenai keamanan obat dan makanan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang yang efektif untuk menyampaikan berbagai pengetahuan praktis kepada generasi muda.

Selain pendidikan karakter dan keterampilan, persoalan lingkungan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan Raimuna Cabang XIII. Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan alam seperti Kebun Raya Lemor tentu membutuhkan kesadaran seluruh peserta untuk menjaga kebersihan. Sampah menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Ketua Kwarcab Lombok Timur, HL. Ahmadi, menyampaikan bahwa edukasi mengenai sampah diberikan kepada peserta sebelum, selama, dan setelah kegiatan. Ia juga menegaskan bahwa lokasi perkemahan harus dibersihkan setelah kegiatan selesai. Menurutnya, edukasi mengenai sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi juga bagian dari pembinaan anggota Pramuka. Peserta diharapkan mampu membedakan sampah organik dan anorganik serta memahami bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian dari kepedulian terhadap lingkungan. Program edukasi tersebut juga dikaitkan dengan program Bina Muda Kwarcab Lombok Timur yang mencakup berbagai aspek keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan. Bagi peserta, pengalaman menjaga lingkungan selama Raimuna dapat menjadi pembelajaran yang kemudian diterapkan di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Salah satu momen yang menjadi bagian dari rangkaian Raimuna Cabang XIII adalah malam unggun. Kegiatan tersebut menjadi malam terakhir kebersamaan peserta sebelum rangkaian kegiatan berakhir. Kobaran api unggun menjadi simbol semangat kebersamaan sekaligus momentum untuk kembali mengingat nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Dalam amanatnya, HL. Ahmadi mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan, kekompakan, dan kedisiplinan. Ia juga mengajak anggota Pramuka untuk mampu mengendalikan emosi dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut menjadi penting karena kehidupan seorang Pramuka tidak berhenti ketika kegiatan perkemahan selesai. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Malam unggun juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk menikmati suasana kebersamaan setelah mengikuti berbagai aktivitas selama kegiatan berlangsung.

Raimuna Cabang XIII Lombok Timur menunjukkan bahwa pendidikan generasi muda tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Peserta berhadapan langsung dengan situasi yang membutuhkan kemandirian, komunikasi, kerja sama, kreativitas, serta kemampuan menyelesaikan persoalan. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan generasi muda, kegiatan seperti Raimuna tetap memiliki ruang penting dalam membentuk karakter. Teknologi dapat membantu generasi muda mendapatkan informasi dengan cepat, tetapi pengalaman hidup bersama, bekerja dalam kelompok, menjaga lingkungan, dan menghadapi keterbatasan merupakan pengalaman yang tidak selalu dapat diperoleh melalui perangkat digital. Karena itu, kegiatan kepramukaan dapat menjadi pelengkap pembelajaran formal di sekolah.

Melalui Raimuna, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperluas jaringan pertemanan dengan anggota Pramuka dari berbagai wilayah di Lombok Timur. Raimuna Cabang XIII Lombok Timur 2026 di Kebun Raya Lemor akhirnya bukan sekadar kegiatan perkemahan. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan, pembelajaran, pengembangan keterampilan, dan pembentukan karakter bagi generasi muda. Selama empat hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk kehidupan di sekolah maupun masyarakat. Mulai dari hidup mandiri di perkemahan, bekerja sama dengan anggota kelompok, mengikuti kegiatan edukatif, menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, hingga belajar beradaptasi dengan kondisi lingkungan.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan adanya sinergi antara Gerakan Pramuka, sekolah, berbagai Satuan Karya, dan lembaga lainnya dalam memberikan pendidikan nonformal kepada generasi muda. Dengan berakhirnya Raimuna Cabang XIII Lombok Timur 2026, pengalaman yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti di kawasan Kebun Raya Lemor. Nilai-nilai yang dipelajari selama kegiatan diharapkan dapat dibawa kembali ke sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Semangat persaudaraan, kemandirian, kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta keberanian untuk menghadapi tantangan menjadi bagian penting dari pengalaman yang dibawa pulang oleh para peserta. Raimuna Cabang XIII Lombok Timur 2026 pun menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka di Lombok Timur. Di tengah alam Kebun Raya Lemor, para Penegak dan Pandega tidak hanya berkemah, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, peduli, bertanggung jawab, dan mampu bekerja bersama.

Dari Lemor, semangat Pramuka terus tumbuh untuk Lombok Timur yang lebih baik.